Bukan Sekadar Berkemah, Pramuka Cidahu Didorong Jadi Kawah Candradimuka Generasi Emas
SUKABUMI — Perkemahan Gerakan Pramuka se-Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan berkemah di alam terbuka. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menempa karakter generasi muda agar tangguh, mandiri, disiplin, peduli lingkungan, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang digelar Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Cidahu tersebut berlangsung di kawasan Taman Nasional Javanasva Gunung Salak Block 3, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.Selasa.(18/8/2026 )
Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Kecamatan Cidahu, Ade Muhtar, menegaskan bahwa kegiatan perkemahan harus memberikan pengalaman dan pendidikan karakter bagi seluruh peserta.
Menurutnya, perkemahan bukan hanya tentang perlombaan atau aktivitas di alam terbuka, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk membangun persaudaraan, bertukar pengalaman, belajar bekerja sama dan mengimplementasikan Dasa Dharma Pramuka.
"Pramuka itu tangguh, tidak boleh mengeluh. Dalam situasi apa pun, Pramuka harus tetap kuat dan semangat melaksanakan setiap kegiatan," tegas Ade.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak melupakan kewajiban beribadah selama mengikuti perkemahan. Menurut Ade, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan bagian penting dari pembentukan karakter seorang anggota Pramuka.
Selain itu, peserta diminta menjaga lingkungan sekitar lokasi perkemahan. Kawasan Cidahu yang memiliki potensi alam dan wisata harus dijaga kelestariannya sebagai bentuk pengamalan Dasa Dharma.
Ade juga mendorong para peserta memanfaatkan kreativitas dan teknologi digital untuk mempromosikan potensi wisata Cidahu. Salah satunya melalui pembuatan video kreatif yang mengangkat keindahan alam dan aktivitas perkemahan.
Camat Cidahu: Pramuka Jangan Sekadar Rutinitas Agustus
Camat Cidahu sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Cidahu, Leni Nurliah, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi Kwaran Cidahu yang memilih kawasan alam terbuka sebagai lokasi perkemahan.
Menurut Leni, suasana alam sangat sesuai dengan karakter Gerakan Pramuka yang identik dengan kegiatan di luar ruangan.
"Nuansa alamnya memang betul-betul dapat, karena Gerakan Pramuka itu identik dengan kegiatan alam. Saya sangat bersyukur Kwartir Ranting Cidahu sudah mengadakan kegiatan di alam terbuka," ujar Leni.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi medan yang naik turun dan berundak membutuhkan pengawasan ekstra. Para pembina diminta aktif mendampingi dan mengawasi peserta selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
"Medannya naik turun dan berundak-undak, sehingga kita memerlukan pengawasan yang sangat luar biasa dari para pembina. Saya berharap para pembina benar-benar terlibat dalam pengawasan," katanya.
Leni menegaskan, Gerakan Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas tahunan setiap bulan Agustus.
Ia berharap peserta didik mampu mendalami, menghayati dan mengimplementasikan Satya serta Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
"Pramuka itu tidak hanya sekadar rutinitas kegiatan berkemah pada bulan Agustus. Saya berharap seluruh peserta didik di Kwartir Ranting Cidahu bisa mendalami, menghayati dan mengimplementasikan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Menurut Leni, sepuluh poin Dasa Dharma merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dapat membentuk sikap dan perilaku generasi muda apabila diterapkan secara konsisten.
"Kalau kita mempelajari poin satu sampai sepuluh dalam Dasa Dharma, itu adalah sebuah pendidikan karakter. Kalau dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, dampaknya tentu sangat luar biasa," ungkapnya.
Bekal Menuju Indonesia Emas 2045
Leni berharap nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan Pramuka dapat menjadi bekal bagi generasi muda Cidahu untuk mengambil peran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia juga mendorong para orang tua untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan karena pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan.
"Kita berharap generasi penerus dari Kwartir Cidahu ini bisa menjadi salah satu duta untuk Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Cidahu, Asep Awaludin, M.Pd, turut mengapresiasi pelaksanaan perkemahan tersebut.
Menurut Asep, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik melalui kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab.
"Pramuka harus menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar mandiri, bekerja sama, disiplin, mencintai alam dan memiliki kepedulian terhadap sesama," kata Asep.
Kolaborasi dan Keselamatan Jadi Kunci
Leni menilai keberhasilan perkemahan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Kolaborasi antara Mabigus, pembina, pengurus Kwaran dan Mabiran menjadi kunci agar seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar.
"Saya berharap kolaborasi antara Mabigus, pembina, pengurus Kwartir Ranting dan Mabiran dapat berjalan sebaik-baiknya, sehingga kegiatan perkemahan ini sukses tanpa ekses, selamat dan semuanya sehat," ujarnya.
Aspek keselamatan menjadi perhatian khusus karena lokasi perkemahan memiliki medan yang cukup menantang. Para pembina dan panitia diminta memastikan seluruh peserta mendapatkan pendampingan yang memadai.
Dengan dukungan seluruh unsur, perkemahan Pramuka se-Kecamatan Cidahu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembentukan karakter yang melahirkan generasi muda tangguh, mandiri, bertanggung jawab, mencintai alam dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Semangat kepramukaan pun diharapkan terus tumbuh di Kecamatan Cidahu sebagai bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis: BOY
Editor:PaktaKeadilanNews.com

Posting Komentar